Workshop “Penggunaan AI untuk Pendidikan”: Mendorong Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran

Dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai menjadi bagian dari berbagai aktivitas, termasuk dalam dunia pendidikan. Melihat perkembangan tersebut, HM-PS Pendidikan Matematika UIN Sunan Kalijaga berkolaborasi dengan dosen Pendidikan Matematika UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan workshop bertema “Penggunaan AI untuk Pendidikan” yang bertempat di MAN 4 Bantul.

Kegiatan ini menghadirkan Bapak Iqbal Ramadani, M.Pd., dosen Pendidikan Matematika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sebagai narasumber. Workshop ditujukan kepada para guru MAN 4 Bantul sebagai upaya untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara tepat dan bertanggung jawab dalam mendukung proses pendidikan.

Pemaparan materi diawali dengan pengenalan mengenai kecerdasan buatan (AI). Peserta diajak memahami konsep dasar AI melalui contoh teknologi yang telah digunakan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya dengan mengangkat pertanyaan sederhana mengenai apakah kalkulator dapat dikategorikan sebagai bentuk AI. Pembahasan tersebut menjadi pengantar untuk memahami perkembangan dan karakteristik teknologi kecerdasan buatan.

Selanjutnya, narasumber membahas konsep AI dalam pendidikan serta berbagai potensi pemanfaatannya. AI dinilai memiliki sejumlah keunggulan yang dapat mendukung berbagai bidang, termasuk pendidikan, seperti kemampuan analitik, efisiensi dalam menyelesaikan pekerjaan, dukungan terhadap pembelajaran mandiri, serta membantu proses pengambilan keputusan secara lebih objektif apabila digunakan dengan tepat.

Namun, penggunaan AI juga tidak terlepas dari berbagai tantangan dan kontroversi. Dalam sesi berikutnya, peserta diajak memahami sejumlah dampak yang perlu menjadi perhatian, di antaranya kesenjangan dan kemiskinan digital, perkembangan Generative AI yang berlangsung sangat cepat, sifat black box pada beberapa sistem AI, penurunan kualitas informasi, keterbatasan dalam memahami konteks, berkurangnya keberagaman sudut pandang, hingga meningkatnya potensi penggunaan teknologi untuk menghasilkan deepfake.

Pembahasan kemudian diarahkan pada prinsip penggunaan AI dalam pendidikan. Peserta diperkenalkan pada hal-hal yang perlu dilakukan (do's) dan dihindari (don'ts) dalam memanfaatkan AI. Beberapa prinsip yang ditekankan meliputi pentingnya menjamin keamanan dan keselamatan, memastikan penggunaan yang adil dan tidak diskriminatif, serta memperhatikan keberlanjutan dalam pemanfaatan teknologi.

Selain memahami konsep dan prinsip penggunaannya, peserta juga diperkenalkan dengan prompt engineering. Narasumber menjelaskan bahwa kualitas keluaran AI sangat dipengaruhi oleh bagaimana instruksi diberikan. Salah satu struktur yang diperkenalkan terdiri atas persona, context, task, exemplar, dan tone, yang dapat digunakan untuk menyusun instruksi secara lebih terarah sehingga menghasilkan keluaran yang sesuai dengan kebutuhan.

Workshop juga menjadi ruang diskusi bagi para guru. Sejumlah pertanyaan yang dibahas antara lain mengenai regulasi penggunaan AI, cara menentukan AI yang dapat dipercaya dalam kehidupan sehari-hari, serta pemanfaatan AI dalam pembelajaran dan kaitannya dengan plagiarisme. Dalam pembahasan mengenai tugas akademik, penggunaan AI ditekankan agar tetap memperhatikan integritas akademik dan tidak digunakan untuk menghindari atau menyiasati sistem pendeteksi AI.

Tidak berhenti pada pemaparan materi, kegiatan juga dilengkapi dengan praktik pemanfaatan AI yang tersedia dalam aplikasi Canva. Para guru MAN 4 Bantul mendapatkan pendampingan dalam menggunakan fitur berbasis AI untuk membuat video. Praktik ini memberikan pengalaman secara langsung kepada peserta dalam mengeksplorasi pemanfaatan teknologi AI sebagai media pendukung pembelajaran.

Melalui kegiatan workshop ini, kolaborasi antara mahasiswa HM-PS Pendidikan Matematika dan dosen Pendidikan Matematika UIN Sunan Kalijaga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pendidik dalam menghadapi perkembangan teknologi di dunia pendidikan. Pemanfaatan AI tidak hanya dipandang sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga sebagai peluang untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Pada akhirnya, penggunaan AI dalam pendidikan membutuhkan pemahaman, keterampilan, serta tanggung jawab. Dengan pemanfaatan yang tepat dan tetap berlandaskan prinsip etika, keamanan, keadilan, serta integritas akademik, AI dapat menjadi salah satu teknologi yang mendukung pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif.